PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Mollusca merupakan hewan yang mempunyai ciri bertubuh lunak. Tubuhnya bersimetri bilateral, pada anterior terdapat kepala, kaki terletak di ventral dan bagian dorsal berisi organ visceral. Memiliki kepala yang jelas dengan organ reseptor kepala yang bersifat khusus, dinding tubuh tebal dan berotot, mempunyai mantel atau pallium yang berfungsi untuk mensekresi cangkang dan melingkupi rongga mantel yang di dalamnya berisi insang. Habitatnya mulai dari laut sampai garis pasang surut tertinggi. Sifat hidupnya bebas dan ada yang bersifat parasit pada organisme lain. Adapun hewan yang termasuk dalam filum ini antara lain remis, tiram, cumi-cumi, oktopus dan siput. Menurut para ahli, filum mollusca ini dapat dibedakan dalam beberap kelas, yaitu Aplacophora, Monoplacophora, Polyplacopora, Schapopoda, Gastropoda, Bivalvia dan Cephalopoda.. Untuk lebih memahami Mollusca, dalam laporan ini saya membahas tentang pengamatan morfologi dan anatomi pada cumi-cumi (Loligo sp) yang termasuk dalam kelas Cephalopoda dari filum Mollusca.
BAB II
LANDASAN TEORI
Cephalopoda merupakan salah satu kelas yang terdapat dalam filum Mollusca. Di dalamnya mencakup semua gurita, cumi-cumi, dan sotong. Namanya berasal dari bahasa Yunani, yaitu cephal yang berarti kepala dan poda yang berarti alat gerak. Jadi, cephalopoda adalah kaki yang bergabung di kepala dengan bentuk tangan/sifon. Ciri khas hewan ini memiliki tentakel di sekitar kepalanya, yang berfungsi seperti tungkai (lengan dan kaki). Ilmu yang mempelajari Cephalopoda disebut sebagai teutologi (theutology, “ilmu mengenai cumi-cumi”), dan merupakan cabang dari malakologi. Hidup Cephalopoda seluruhnya di laut dan secara umum lebih aktif dari mollusca lain, pergerakannya dilakukan dengan merayap atau berenang di dasar laut secara cepat dengan menekan dinding tubuh untuk menghasilkan gerakan meluncur dan menyemprotkan air melalui sifon, sedangkan tentakel dan tangan digunakan untuk mencari makan. Makananya berupa kepiting atau invertebrata lainnya. Sebagai hewan pemangsa, hampir semua Cephalopoda bergerak cepat dengan berenang. Umumnya Cephalopoda memiliki organ pertahanan berupa kantong tinta, kecuali Nautilus. Kantong tinta berisikan cairan seperti tinta berwarna coklat atau hitam yang terletak di ventral tubuhnya. Tinta ini akan di keluarkan jika hewan ini merasa terancam dengan cara menyemburkannya. Untuk melindungi dirinya dari serangan musuh, Cephalopoda dapat mengubah warna tubuh sesuai warna lingkungan. Hal ini dimungkinkan karena pada kulit terdapat pembawa warna atau kromatofora. Cephalopoda memiliki sistem saraf yang berpusat di kepalanya menyerupai otak. Chalopoda bernapas dengan insang dan memiliki organ indera serta sistem saraf yang berkembang baik. Di dalam mulutnya terdapat radula. Ukuran tubuhnya bervariasi, dari beberapa centimeter hingga puluhan meter. Kecuali Nautilus, semua anggota tubuh Cephalopoda tidak terlindungi oleh cangkang. Untuk reproduksi hewan ini berlangsung secara seksual. Cephalopoda memiliki organ reproduksi berumah dua (dioseus). Pembuahan berlangsung secara internal dan menghasilkan telur.
BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.2 Alat dan Bahan
3.2.1 Alat
1. baki lilin atau paraffin
2. kamera handphone
3. seperangkat alat bedah
4. seperangkat alat tulis
3.2.2 Bahan
1. hewan Loligo sp. Atau cumi-cumi
3.3 Cara Kerja
1. Meletakkan Loligo sp di atas perafin
2. Memoto seluruh bagian tubuh Loligo sp dari ujung ventral sampai dorsal
3. Menggambar bagian ventral dan dorsal
4. Menggunting bagian tengah posterior mantel dari ujung ventral sampai dorsal
5. Menyibak kedua sisi mantel
6. Mengangkat dan mencuci Loligo dibawah aliran air keran dengan hati – hati
7. Meletakkan secara hati – hati pada paraffin
8. Memotret bagian anatomi tubuh Loligo sp
9. Menggambar dan member keterangan bagian – bagian tubuh Loligo sp
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Gambar morfologi dan anatomi Loligo sp
Beberapa bagian – bagian tubuh baik secara morfologi maupun anatomi pada Loligo sp adalah:
1. Sifon berfungsi untuk mengeluarkan air pergerakan.
2. Lengan berfungsi untuk memanipulasi mangsa, memasukkan makanan kedalam mulut.
3. Tentakel berfungsi untuk menangkap mangsa.
4. Batil penghisap berfungsi untuk melekatkan mangsa.
5. Mulut berfungsi untuk saluran utama makanan.
6. Esophagus berfungsi untuk saluran pencernaan lanjutan mulut.
7. Mantel berfungsi untuk melindungi bagian tubuh internal.
8. Sirip berfungsi untuk kesembangan tubuh, pergerakan atau kemudi.
9. Pen berfungsi untuk menyanggah tubuh.
10. Mata berfungsi untuk sensor fotoreseptor atau indera penglihatan.
11. Ctenidium berfungsi untuk organ respirasi.
12. Kantung tinta berfungsi untuk menyimpan tinta.
13. Jantung berfungsi untuk memompa darah keseluruh bagian tubuh.
14. Branchia jantung berfungsi untuk memompa darah keseluruh bagian tubuh.
15. Sekum berfungsi untuk menghasilkan enzim pencernaan.
16. Lambung berfungsi untuk pencernaan kimiawi.
17. Ovarium berfungsi untuk menghasilkan sel telur.
18. Nindamental berfungsi untuk menghasilkan secret reproduksi betina.
19. Testis berfungsi untuk menghasilkan sperma.
20. Penis berfungsi untuk mengeluarkan sperma.
21. Anus berfungsi untuk saluran akhir pencernaan.
Cephalopoda merupakan salah satu kelas yang terdapat dalam filum Mollusca. Di dalamnya mencakup semua gurita, cumi-cumi, dan sotong. Namanya berasal dari bahasa Yunani, yaitu cephal yang berarti kepala dan poda yang berarti alat gerak. Jadi, cephalopoda adalah kaki yang bergabung di kepala dengan bentuk tangan/sifon. Ciri khas hewan ini memiliki tentakel di sekitar kepalanya, yang berfungsi seperti tungkai (lengan dan kaki). Ilmu yang mempelajari Cephalopoda disebut sebagai teutologi (theutology, “ilmu mengenai cumi-cumi”), dan merupakan cabang dari malakologi.
Hidup Cephalopoda seluruhnya di laut dan secara umum lebih aktif dari mollusca lain, pergerakannya dilakukan dengan merayap atau berenang di dasar laut secara cepat dengan menekan dinding tubuh untuk menghasilkan gerakan meluncur dan menyemprotkan air melalui sifon, sedangkan tentakel dan tangan digunakan untuk mencari makan. Makananya berupa kepiting atau invertebrata lainnya. Sebagai hewan pemangsa, hampir semua Cephalopoda bergerak cepat dengan berenang. Umumnya Cephalopoda memiliki organ pertahanan berupa kantong tinta, kecuali Nautilus. Kantong tinta berisikan cairan seperti tinta berwarna coklat atau hitam yang terletak di ventral tubuhnya. Tinta ini akan di keluarkan jika hewan ini merasa terancam dengan cara menyemburkannya. Untuk melindungi dirinya dari serangan musuh, Cephalopoda dapat mengubah warna tubuh sesuai warna lingkungan. Hal ini dimungkinkan karena pada kulit terdapat pembawa warna atau kromatofora.
Cephalopoda memiliki sistem saraf yang berpusat di kepalanya menyerupai otak. Chalopoda bernapas dengan insang dan memiliki organ indera serta sistem saraf yang berkembang baik. Di dalam mulutnya terdapat radula. Ukuran tubuhnya bervariasi, dari beberapa centimeter hingga puluhan meter. Kecuali Nautilus, semua anggota tubuh Cephalopoda tidak terlindungi oleh cangkang. Untuk reproduksi hewan ini berlangsung secara seksual. Cephalopoda memiliki organ reproduksi berumah dua (dioseus). Pembuahan berlangsung secara internal dan menghasilkan telur.
Pada dasarnya kelas Cephalopoda dapat dibedakan menjadi dua sub kelas berdasar perbedaan jumlah dan bentuk tentakel. Subkelas Coleidea terdiri atas cumi-cumi, sotong, dan oktopus yang kesemuanya memiliki 8 tangan dengan batil isap pada permukaan dalam tangan. Subkelas kedua adalah Nautiloidea, termasuk Nautilus. Hewan ini mempunyai lebih dari 90 tentakel tanpa batil isap dan tiap tentakel dapat ditarik masuk ke dalam sarungnya.
Berikut akan dibahas lebih jauh tentang Cephalopoda pada hewan cumi-cumi (Loligo sp).
Secara morfologi, tubuh cumi relatif panjang, langsing dan bagian belakang meruncing (rhomboidal). Tubuh cumi-cumi dibedakan atas kepala, leher dan badan. Kepala terletak di bagaian ventral serta memiliki dua mata yang besar dan tidak berkelopak, berfungsi sebagai alat untuk melihat. Leher pendek dan badan berbentuk tabung dengan sirip lateral berbentuk segitiga di setiap sisinya. Pada kepala terdapat mulut yang dikelilingi oleh empat pasang tangan dan sepasang tentakel (8 tangan dan 2 tentakel panjang). Pada permukaan dalam tangan dan tentakel terdapat batil isap yang berbentuk mangkok terletak pada ujung tentakel. Gigi khitin atau kait terletak pada tepi batil isap untuk memperkuat melekatnya mangsa yang diperolehnya. Di posterior kepala terdapat sifon atau corong berotot yang berfungsi sebagai kemudi. Jika ia ingin bergerak ke belakang, sifon akan menyemburkan air ke arah depan, sehingga tubuhnya bertolak ke belakang. Sedangkan gerakan maju ke depan menggunakan sirip dan tentakelnya. Di bagian perut, tepatnya sebelah sifon akan ditemukan cairan tinta berwarna hitam yang mengandung pigmen melanin. Fungsinya untuk melindungi diri. Jika dalam keadaan bahaya cumi-cumi menyemprotkan tinta hitam ke luar sehingga air menjadi keruh. Pada saat itu cumi-cumi dapat meloloskan diri dari lawan. Sedangkan pada anterior badan terdapat endoskeleton. Sistem skeletal terdiri atas endoskeleton yang berbentuk pen atau bulu dan beberapa tulang rawan. Beberapa tulang rawan tersebut membentuk artikulasi untuk sifon dan mantel, yang lain melindungi ganglia dan menyokong mata. Endoskeleton yang berbentuk pen tersebut homolog dengan cangkang pada Mollusca lain. Pada Loligo endoskeleton tersebut (cangkang) terletak di dalam rongga mantel berwarna putih transparan, tipis dan terbuat dari bahan kitin. Mantel berwarna putih dengan bintik-bintik merah ungu sampai kehitaman dan diselubungi selaput tipis berlendir. Adapun secara anatomi, organ respirasi cumi terdiri atas sepasang insang berbentuk bulu yang terdapat di rongga mantel. Prosesnya, air keluar masuk melalui tepi lingkaran ujung badan. Kontraksi dan relaksasi mantel menyebabkan sirkulasi air dalam rongga mantel sehingga terjadi pertukaran gas. Filamen insang disuplai oleh kapiler-kapiler darah. Darah mengandung pigmen repirasi yaitu hemocyanin. Sistem pembuluh darah berkembang baik dan sistem peredaran darahnya terdiri dari jantung sistematik, aorta, dan arteri bersifat ganda dan tertutup, jadi darah seluruhnya mengalir di dalam pembuluh darah.
Alat ekskresinya berupa dua ginjal atau nefridia berbentuk segitiga berwarna putih yang berfungsi menapis cairan dari ruang perikardium dan membuangnya ke dalam rongga mantel melalui lubang yang terletak di sisi usus.
Organ pencernaan terdiri atas mulut yang mengandung radula dan dua rahang yang terbuat dari kitin dan berbentuk seperti paruh burung betet. Gerak kedua rahang tersebut dikarenakan kontraksi otot. Selanjutnya makanan di bawa ke esofagus, lambung, usus, rektum dan anus yang bermuara dalam rongga mantel. Pencernaan dilengkapi dengan dua kelenjar ludah (di masa bukal) dan di dekat ujung anterior hati, digunakan untuk mensekresikan racun di daerah rahang. Selain itu juga memiliki kelenjar pencernaan yaitu kelenjar hati pada anterior dan pankreas di posterior. Makanan cumi-cumi berupa ikan, udang dan Mollusca lainnya.
Sistem saraf terdiri atas tiga pasang ganglion dan saraf. Ganglion serebral, pedal, viseral, suprabukal, infrabukal dan optik terletak di kepala. Indera sensoris juga sangat berkembang dan dilengkapi dengan mata, dua statosis pada masing-masing lateral kepala sebagai organ keseimbangan dan organ pembau.
Sistem reproduksi cumi-cumi dilakukan secara kawin. Hewan ini umumnya memijah satu kali dan biasanya mati setelah melakukan reproduksi. Alat kelaminnya terpisah (diosius), masing-masing alat kelamin terdapat di dekat ujung rongga mantel dengan saluran yang terbuka ke arah corong sifon. Pada saat kopulasi spermatofor jantan dimasukkan ke dalam rongga mantel betina dengan pertolongan hektokotikulus (modifikasi ujung tangan kiri ke-5 jantan) yang berbentuk seperti sisir. Cumi-cumi betina menghasilkan telur yang akan dibuahi di dalam rongga mentel. Kemudian, telur yang sudah dibuahi dibungkus dengan kapsul dari bahan gelatin, panjang dan berlubang pada ujung-ujungnya. Telur yang menetas menghasilkan cumi-cumi muda berukuran kecil. Hewan ini tidak memiliki stadium larva, embrio setelah lepas menjadi cumi kecil yang dapat berenang bebas.
Cumi-cumi bersifat kosmopolit, hidup berkelompok di perairan bagian atas. Hewan ini aktif berburu mangsa yang berupa ikan-ikan kecil dan crustacea pada malam hari. Bila merasa terancam mereka akan berenang mundur dengan cepat atau menyemburkan tinta berwarna hitam kecoklat-coklatan. Hewan ini banyak diperjualbelikan, selain rasanya enak cumi-cumi merupakan sumber protein hewani yang kaya akan protein.
BAB V
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil kesimpulan yang telah diteliti dapat disimpulkan bahwa cumi-cumi (Loligo sp) merupakan hewan yang bertubuh lunak dan termasuk kedalam filum Mollusca kelas Cephalopoda. Hewan ini mempunyai kaki yang terdapat di kepala dengan bentuk tangan dan tentakel . Memiliki delapan tangan dan dua tentakel yang mempunyai batil isap pada ujungnya serta mempunyai cangkang yang terletak di dalam mantel berwarna putih transparan berbentuk pena terbuat dari kitin. Serta mempunyai kantung tinta sebagai alat pertahanan. Secara anatomi, alat pencernaan cumi-cumi terdiri atas mulut, esofagus, lambung, usus, rektum dan anus. Sistem pencernaan dilengkapi kelenjar pencernaan yaitu kelenjar ludah, hati, dan pankreas. Sistem pembuluh darah cumi-cumi adalah sistem pembuluh darah tertutup. Hewan ini bernafas dengan insang yang terdapat di rongga mantel. Ekskresi dilakukan dengan ginjal berupa nefridium yang terletak di sebelah jantung. Reproduksi terjadi secara seksual dengan fertilisasi internal. Alat reproduksinya terpisah, masing-masing dengan gonad yang terletak dekat ujung rongga mantel. Sistem saraf terdiri atas tiga pasang ganglion. Indera sensoris dilengkapi dengan dua stasista dan alat pembau.
DAFTAR PUSTAKA
Hartati, Sri. 2004. Panduan Pembelajaran Biologi. Mediatama: Surakarta.
Sudjadi, Bagod. 2007. Biologi, Sains dalam Kehidupan. Yudhistira: Surabaya.





0 comments:
Posting Komentar
interest with this post???
please leave a comment ^^
감사합니다 ^^